top of page
Search

Aphelion, Biang Kerok Hawa Dingin di Bali-Nusra di Tengah Musim Kemarau

  • Jul 11, 2025
  • 2 min read

hawa dingin di bali

Fenomena cuaca yang terasa hawa lebih dingin di bali dari biasanya belakangan ini dirasakan oleh banyak warga di Bali dan Nusa Tenggara. Udara pagi yang menusuk tulang, siang hari yang terasa sejuk, dan suhu malam yang membuat banyak orang berselimut tebal — semua ini dipicu oleh sebuah fenomena astronomi yang disebut aphelion.


Apa Itu Aphelion?

Aphelion adalah titik di mana Bumi berada pada jarak terjauh dari Matahari dalam orbit tahunannya. Pada tahun 2025 ini, aphelion terjadi pada 6 Juli, di mana jarak Bumi ke Matahari mencapai sekitar 152 juta kilometer. Fenomena ini terjadi setiap tahun dan bersifat alami, namun dampaknya bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat, terutama dalam bentuk penurunan suhu udara.


Mengapa Aphelion Membuat Hawa Udara Lebih Dingin di Bali?

Walaupun jarak Bumi ke Matahari berbeda-beda sepanjang tahun, sebenarnya perbedaan ini bukanlah faktor utama perubahan musim. Namun, ketika aphelion terjadi bersamaan dengan musim kemarau seperti yang sekarang dialami wilayah Indonesia bagian selatan, efeknya menjadi lebih terasa. Atmosfer yang lebih kering dan minim awan membuat radiasi matahari di siang hari tidak terlalu tertahan, sementara pada malam hari panas dari permukaan Bumi cepat menghilang ke angkasa. Hasilnya, suhu udara jadi lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari.


Dampak di Bali dan Nusa Tenggara

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa suhu minimum di beberapa wilayah seperti Ruteng (NTT) turun hingga 13°C, sedangkan di Bali berkisar antara 19–21°C. Ini menyebabkan banyak warga, terutama yang tinggal di dataran tinggi seperti Kintamani atau Bedugul, merasa udara jauh lebih dingin dibanding hari-hari biasa.

Selain itu, fenomena ini juga berdampak pada aktivitas pertanian dan pariwisata. Petani perlu waspada terhadap embun beku yang bisa merusak tanaman, sedangkan wisatawan yang mengunjungi daerah pegunungan disarankan mengenakan pakaian hangat.


Kapan Hawa Dingin Ini Akan Berakhir?

BMKG memperkirakan suhu dingin akibat kombinasi aphelion dan musim kemarau akan berlangsung hingga Agustus. Setelah itu, suhu udara perlahan akan naik kembali seiring meningkatnya kelembaban udara dan masuknya masa peralihan ke musim hujan.


Aphelion adalah salah satu contoh bagaimana fenomena astronomi dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari kita, meski terjadi sangat jauh dari Bumi. Dengan memahami penyebab hawa dingin di musim kemarau ini, masyarakat bisa lebih siap dan tidak perlu khawatir secara berlebihan. Tetap waspada, gunakan pakaian hangat bila perlu, dan nikmati udara segar alami yang menyapa Bali dan Nusa Tenggara selama periode ini.

 
 
 

Comments


bottom of page